PGMI: Guru Juga Harus Bisa Seni

IMG-20170412-WA0013
Tim Tari PGMI berfose bersama Dekan FTIK, Drs. Fahmi, M.Pd (tengah), Wadek 1, Hj. Rodhatul Jennah, M.Pd (kanan), dan Kajur Tarbiyah, Jasiyah, M.Pd (kiri)
IMG-20170412-WA0011
Mahasiswi PGMI berfoto bersama Pemateri, Sulisno, S.sn., MA (tengah), Kaprodi PGMI, Asmawati, M.Pd (kiri) dan Kajur Tarbiyah, Jasiyah, M.Pd
IMG-20170411-WA0027
Pemateri, Sulisno, S.sn., MA, saat memaparkan materinya

Seni bukan sekedar tentang keindahan. Tapi juga tentang kecerdasan dan kreatifitas. Setiap daerah memiliki tradisi dan karya seni yang khas. Itu semua adalah ekspresi kecerdasan dan kreatifitas masyarakat tersebut. Demikian diungkapkan Sulisno, S.sn., MA, di depan seratus mahasiswa Pendidikan Guru MI (PGMI) pada acara Kuliah Dosen Tamu, Selasa kemarin (11/4).

Kegiatan yang mengambil tema “Epistemologi Keterampilan Seni Berbasis Budaya Lokal” itu bertempat di Aula IAIN Palangka Raya dan diikuti seluruh mahasiswa PGMI, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) semua angkatan. Para peserta nampak antusias mengikuti kegiatan itu. Terlebih di awal, mereka disugukan Tari Mandau, salah satu tarian khas Dayak, oleh tim mahasiswi PGMI.

Sulisno memaparkan pentingnya pendidikan seni bagi para calon guru MI. Nilai penting seni dalam proses pendidikan anak harus diketahui oleh para guru sebagai pijakan untuk pengembangan bakat dan kecerdasaan anak didik, di luar kecerdasan intelektual dan akademik.

“Seni dapat membantu meningkatkan keterampilan psikomotorik anak. Seni juga mengasah dan membina imajinasi anak, kreatifitas serta cita rasa estetik anak. Bahkan seni juga memberi sumbangan pada perkembangan kepribadian anak.,” papar dosen Prodi Pendidikan Drama Tari dan Musik di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin itu.

Menurut Asmawati, M.Pd., Kaprodi PGMI, “acara ini bertujuan membekali para mahasiswa PGMI dengan wawasan dan kreatifitas seni. Terlebih Palangka Raya dan Kalimantan Tengah ini, kaya akan seni dan budaya khususnya tari-tarian.”

“Kami bertekad, lulusan PGMI, IAIN Palangka Raya, tidak hanya pandai mendidik kecerdasan intelektual, tapi juga kreatifitas dan kepribadian melalui karya seni yang berbasis budaya dan kearifan lokal,”tambahnya dengan nada suara meyakinkan.

Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari Dekan FTIK, Drs. Fahmi, M.Pd. “Setiap Prodi mendapat kesempatan untuk menyelenggarakan kuliah dosen tamu. Maka dengan kegiatan ini, semoga dapat memperkaya kreatifitas dan variasi metode pembelajaran bagi para mahasiswa PGMI, untuk kelak dipraktekkan di sekolah masing-masing,” ungkapnya saat memberikan sambutan.

Dalam paparannya, pemateri tidak hanya berceramah, tapi juga mengajak peserta praktek menampilkan tari dan drama. Kesan mendalam pun dirasakan para peserta. “Saya senang sekali dengan kuliah dosen tamu ini,” ungkap Chasifatul Chalimah, salah satu peserta.

“Saya mendapat banyak wawasan tentang seni. Acara ini juga betul-betul mengasah potensi dalam diri saya dan membuat kami semua semakin termotivasi untuk mengembangkan diri,” ujar mahasiswi PGMI semester dua itu. (CP).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *